magetanviral.com, MAGETAN - Pencemaran mikroplastik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut tidak hanya mencemari perairan, tetapi juga berpotensi masuk ke rantai makanan laut yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Ancaman ini semakin serius karena mikroplastik telah ditemukan pada berbagai biota laut dan bahkan dalam tubuh manusia yang dapat memicu gangguan kesehatan, seperti kerusakan organ, gangguan hormon, hingga peningkatan risiko penyakit kronis tertentu.
Fenomena tersebut mendorong tim mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk mengembangkan gagasan MARICYCLE (Marine Recycle) dalam Program Kreaitivitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM VGK) 2026.
MARICYCLE hadir sebagai gagasan teknologi yang menggabungkan proses penangkapan, pemisahan, dan pengelolaan mikroplastik dalam satu sistem yang saling terhubung.
Melalui pendekatan tersebut, inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan metode penanganan mikroplastik yang selama ini masih berfokus pada proses pemisahan semata.
Tim pengembang terdiri dari lima mahasiswa UNESA yang dipimpin oleh Novita Nurkasanah dari Program Studi Manajemen sebagai ketua tim. Anggota lainnya yaitu Nadzila Zahra Aprilia dari Program Studi Manajemen, Rendy Syahputra Riyadi dari Program Studi Teknik Informatika, Aab Abdul Jamalul Lael dari Program Studi Ilmu Hukum, serta Sarah Amaylia dari Program Studi Teknik Informatika.
Kolaborasi berbagai lintas ilmu ini dilakukan untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memiliki relevansi terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
MARICYCLE diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya mikroplastik yang selama ini kerap luput dari perhatian.[yep/red]
