![]() |
| Evakuasi Jenazah Artha Menggunakan Kendaraan Terbuka Dibawa Ke Puskesmas |
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa saat setelah Artha bersama kedua orang tuanya pulang dari berbelanja. Bocah tersebut sebelumnya memang meminta dibelikan baju baru untuk menyambut Lebaran.
Kepala Dusun Tepas, Siswanto, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, keluarga itu baru saja pulang dari pasar untuk membeli kebutuhan Lebaran.
“Anak itu memang minta dibelikan baju Lebaran. Setelah dibelikan, saat perjalanan pulang justru tertimpa pohon tumbang,” kata Siswanto.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.28 WIB. Saat itu Agus Triantoko (36) mengendarai sepeda motor dengan membonceng istrinya, Supriyani (36), dan putra mereka, Artha.
Ketika melintas di lokasi kejadian, angin kencang tiba-tiba datang. Dalam hitungan detik, sebuah pohon trembesi besar di tepi jalan roboh dan menimpa pengendara yang sedang melintas.
“Anginnya kencang sekali, lalu pohon itu tiba-tiba tumbang menimpa orang yang lewat. Ada tiga orang. Diduga anaknya sudah meninggal,” ujar Prawito, warga yang berada di sekitar lokasi.
Warga yang melihat kejadian itu langsung berlari memberikan pertolongan. Ketiga korban ditemukan tertimpa batang pohon besar di tengah jalan.
Suasana berubah haru saat korban berhasil dievakuasi. Agus yang mengalami luka-luka tak kuasa menahan tangis melihat putranya tergeletak tanpa bergerak.
Warga kemudian membawa mereka ke Puskesmas Karangrejo menggunakan mobil bak terbuka. Namun sesampainya di puskesmas, petugas medis menyatakan Artha telah meninggal dunia, diduga sejak berada di lokasi kejadian.
Pohon trembesi yang tumbang menutup seluruh badan Jalan Raya Maospati–Ngawi yang merupakan jalur nasional penghubung Surabaya–Solo. Akibatnya arus lalu lintas dari kedua arah sempat macet total.
Petugas BPBD Magetan bersama relawan segera melakukan penanganan dengan memotong batang pohon dan membersihkan badan jalan. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 45 menit hingga jalur kembali bisa dilalui kendaraan.
Hingga Minggu sore, jenazah Artha masih berada di Puskesmas Karangrejo. Ibunya yang juga mengalami luka masih menunggui di sana.
Sementara sang ayah harus dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Baju Lebaran yang baru saja dibeli itu kini hanya tersimpan rapi. Pakaian yang seharusnya dikenakan saat hari raya itu justru menjadi kenangan terakhir bagi keluarga Artha.(yep/mv)
