Kunjungan itu bertujuan memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan, nilai gizi, serta kelayakan konsumsi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain melakukan pengecekan proses pengolahan makanan, rombongan juga meninjau kebersihan dapur, penggunaan alat pelindung diri oleh petugas, serta sistem distribusi makanan kepada sasaran program.
Sebagian besar SPPG telah beroperasi
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Magetan, Dyah, menjelaskan hingga saat ini terdapat 53 unit SPPG yang telah beroperasi aktif dari total 60 unit yang telah mengantongi Surat Keputusan (Skep).
“Kami terus melakukan pendampingan agar sisa unit yang ada segera beroperasi penuh dalam waktu dekat,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga pemenuhan standar keamanan pangan sebelum seluruh unit mulai beroperasi.
Pastikan disiplin SOP dan kualitas gizi
Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik menegaskan pentingnya pengawasan bersama dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait penerapan SOP serta kualitas nilai gizi makanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Tujuan utama kunjungan saya hari ini adalah untuk melihat secara langsung dan memastikan bahwa seluruh SPPG di Kabupaten Magetan benar-benar melaksanakan tugasnya secara disiplin sesuai SOP,” katanya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait terus melakukan monitoring secara berkala agar program pemenuhan gizi tersebut berjalan optimal, aman dikonsumsi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima program.(yep/red)
