![]() |
| Bupati Magetan, Nanik Sumantri saat pelepasan ekspor bersama jajaran Dinas terkait, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM / Foto Diskominfo Magetan |
Ekspor perdana ini menjadi langkah baru bagi pemasaran produk lokal Magetan di pasar global. Keripik Tempe H&G terpilih sebagai salah satu perwakilan UMKM Jawa Timur dalam program “UMKM Bisa Ekspor” ke kawasan Asia Selatan.
Owner Keripik Tempe H&G, Ita Listiani, mengaku bersyukur usahanya yang dirintis sejak 2002 akhirnya mampu menembus pasar luar negeri. Ia mengatakan, usaha tersebut awalnya dijalankan dari rumah sederhana.
“Awalnya kami merintis usaha ini dari rumah kecil. Sekarang alhamdulillah bisa sampai ekspor,” kata Ita di lokasi pelepasan ekspor di Gang Lawu RT 05 RW 02, Kelurahan Tebon.
Saat ini, pihaknya mampu memproduksi sekitar 100 bungkus keripik tempe per hari dengan berbagai ukuran kemasan yang siap dipasarkan ke luar negeri. Sementara untuk pasar dalam negeri, produknya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut mengapresiasi capaian UMKM lokal tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Magetan.
“Ini bukan hanya kebanggaan satu pelaku usaha, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Magetan,” ujar Nanik.
Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi pelaku UMKM lain untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global. Pemerintah daerah juga mendorong adanya edukasi berkelanjutan dari Export Center bagi para pelaku usaha.
![]() |
| Ragam Produk Olahan H&G Tebon |
Selain itu, Nanik menekankan pentingnya penguatan mutu dan uji nutrisi produk pangan agar memiliki standar dan sertifikasi yang diakui secara internasional.
“Langkah ke Maldives ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi produk unggulan Magetan lainnya untuk go internasional,” pungkasnya.
Acara pelepasan ekspor turut dihadiri jajaran dinas terkait, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM setempat.(yep/mv)

