Desa Wates Magetan Masuk 7 Besar Desa Terbaik Nasional Program Desa BRILiaN 2026


Penyerahan Apresiasi oleh Manager Bisnis Mikro BRI BO Magetan kepada Kepala Desa Wates Kecamatan Panekan

magetanviral.com, MAGETAN - Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, kembali mengharumkan nama Kabupaten Magetan di kancah nasional. Desa yang dikenal memiliki beragam potensi ekonomi lokal ini berhasil masuk dalam 7 Besar Desa Terbaik Nasional Program Desa BRILiaN 2026 Batch 1, program pemberdayaan desa yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Prestasi tersebut diraih setelah Desa Wates mampu menyisihkan 545 desa dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti proses seleksi dan pendampingan Program Desa BRILiaN. Atas capaian tersebut, Desa Wates memperoleh penghargaan berupa dana pembinaan sebesar Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu membawa desa bersaing di tingkat nasional.

Inovasi Potensi Lokal Jadi Penentu Keberhasilan

Program Desa BRILiaN Batch 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2026 menitikberatkan penilaian terhadap empat aspek utama, yakni penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi layanan desa, keberlanjutan lingkungan, serta inovasi pengembangan ekonomi masyarakat.

Desa Wates dinilai mampu menunjukkan kemajuan nyata pada seluruh aspek tersebut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.

Manager Bisnis Mikro BRI BO Magetan, Rita Auliasari, mengatakan keberhasilan Desa Wates tidak lepas dari kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Sejumlah sektor unggulan yang menjadi perhatian tim penilai antara lain pengembangan batik khas desa, pengolahan limbah sampah menjadi pupuk kompos, peternakan ayam petelur yang terintegrasi, hingga inovasi produk olahan berbahan dasar serai.

"Potensi yang ada di Desa Wates terus kami dorong agar memiliki nilai tambah. Tidak hanya sekadar menghasilkan barang, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki nilai jual, kemasan yang menarik, dan daya jangkau pasar yang lebih luas," ujar Rita.

Menurutnya, Program Desa BRILiaN tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga mendorong desa agar mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Gandeng UNSOED Perkuat SDM dan Digitalisasi


Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, BRI menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto untuk memberikan pendampingan intensif selama lima hari kepada pemerintah desa, pelaku UMKM, BUMDes, dan masyarakat Desa Wates.

Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk, teknik pengemasan modern, strategi pemasaran digital, hingga penguatan kelembagaan desa agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Pendamping Program Desa BRILiaN dari UNSOED, Retno Kurniasih, bersama Dewanti Risa Utami, mengapresiasi komitmen BRI yang tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi desa.

Menurut Retno, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan bantuan dana, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kapasitas masyarakat sehingga mampu menciptakan inovasi yang berkesinambungan.

"Inilah esensi dari Desa BRILiaN, yaitu desa yang terus belajar, berbenah, dan berinovasi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan dunia usaha seperti BRI menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Diharapkan Menjadi Inspirasi bagi Desa Lain di Magetan


Keberhasilan Desa Wates menembus tujuh besar nasional diharapkan menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Magetan untuk terus menggali potensi lokal dan mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

BRI bersama UNSOED optimistis keberlanjutan Program Desa BRILiaN akan mampu melahirkan desa-desa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Retno berharap capaian yang diraih Desa Wates tidak berhenti sebagai prestasi administratif semata, tetapi menjadi awal dari transformasi desa menuju tata kelola yang lebih modern dan ekonomi masyarakat yang semakin kuat.

"Kami berharap capaian ini menjadi pemicu bagi Desa Wates untuk terus memperkuat kelembagaan BUMDes, meningkatkan daya saing UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas," pungkasnya.[yes/red]

Lebih baru Lebih lama