![]() |
| Penyerahan Apresiasi oleh Manager Bisnis Mikro BRI BO Magetan kepada Kepala Desa Wates Kecamatan Panekan |
Keberhasilan
ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu membawa
desa bersaing di tingkat nasional.
Inovasi Potensi
Lokal Jadi Penentu Keberhasilan
Program
Desa BRILiaN Batch 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2026
menitikberatkan penilaian terhadap empat aspek utama, yakni penguatan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi layanan desa, keberlanjutan lingkungan,
serta inovasi pengembangan ekonomi masyarakat.
Desa
Wates dinilai mampu menunjukkan kemajuan nyata pada seluruh aspek tersebut
melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.
Manager
Bisnis Mikro BRI BO Magetan, Rita Auliasari, mengatakan keberhasilan Desa Wates
tidak lepas dari kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengoptimalkan
potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah
sektor unggulan yang menjadi perhatian tim penilai antara lain pengembangan
batik khas desa, pengolahan limbah sampah menjadi pupuk kompos, peternakan ayam
petelur yang terintegrasi, hingga inovasi produk olahan berbahan dasar serai.
"Potensi
yang ada di Desa Wates terus kami dorong agar memiliki nilai tambah. Tidak
hanya sekadar menghasilkan barang, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki
nilai jual, kemasan yang menarik, dan daya jangkau pasar yang lebih luas,"
ujar Rita.
Menurutnya,
Program Desa BRILiaN tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga
mendorong desa agar mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan
berkelanjutan.
Gandeng
UNSOED Perkuat SDM dan Digitalisasi
Pendampingan
tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia,
pengembangan produk, teknik pengemasan modern, strategi pemasaran digital,
hingga penguatan kelembagaan desa agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Pendamping
Program Desa BRILiaN dari UNSOED, Retno Kurniasih, bersama Dewanti
Risa Utami, mengapresiasi komitmen BRI yang tidak hanya memberikan
dukungan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi
desa.
Menurut Retno, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan bantuan dana, tetapi
juga harus dibarengi peningkatan kapasitas masyarakat sehingga mampu
menciptakan inovasi yang berkesinambungan.
"Inilah
esensi dari Desa BRILiaN, yaitu desa yang terus belajar, berbenah, dan
berinovasi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan dunia usaha
seperti BRI menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,"
ungkapnya.
Diharapkan Menjadi
Inspirasi bagi Desa Lain di Magetan
BRI bersama UNSOED optimistis
keberlanjutan Program Desa BRILiaN akan mampu melahirkan desa-desa yang
tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak
pertumbuhan ekonomi daerah.
Retno berharap capaian yang diraih
Desa Wates tidak berhenti sebagai prestasi administratif semata, tetapi menjadi
awal dari transformasi desa menuju tata kelola yang lebih modern dan ekonomi
masyarakat yang semakin kuat.
"Kami berharap capaian ini
menjadi pemicu bagi Desa Wates untuk terus memperkuat kelembagaan BUMDes,
meningkatkan daya saing UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, serta
menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas," pungkasnya.[yes/red]


.jpeg)