Dorong Kemandirian Ekonomi, Tim PKM UNESA Kampus 5 Dampingi UMKM Genteng Desa Gulun 'Go Digital' Melalui Marketplace "Sobat Gulun"


magetanviral.com, MAGETAN - Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin genteng tradisional di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, terus didorong untuk beradaptasi. Merespons tantangan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 Magetan turun tangan memberikan pendampingan intensif guna memperkuat tata kelola usaha dan pemasaran berbasis digital.

Langkah strategis diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada para pengrajin genteng tradisional setempat pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengatasi kendala pemasaran konvensional dan minimnya pemanfaatan teknologi digital yang selama ini menghambat perluasan pasar UMKM Desa Gulun. 

Selama ini, Desa Gulun dikenal memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat dari sektor pengolahan bahan alam, khususnya genteng tanah liat bernuansa klasik. Namun, pemasaran produk masih cenderung konvensional, mengandalkan jaringan lokal, dan belum memanfaatkan platform digital secara maksimal. Meski para pengrajin sudah mengenal aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram, penggunaannya masih bersifat personal dan belum diarahkan sebagai strategi pemasaran terpadu.

Ketua Tim Pengusul PKM sekaligus Koordinator Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara UNESA Kampus 5, Galih Wahyu Pradana, S.A.P., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan literasi digital di kalangan pelaku usaha desa.

“Melalui pemanfaatan media sosial secara terstruktur, UMKM dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperluas akses pasar, serta membangun citra dan identitas produk yang kuat. Tujuannya jelas, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi UMKM lokal agar tidak tertinggal oleh dinamika pasar digital,” ujar Galih Wahyu Pradana.

Bersama tim dosen yang terdiri dari Dr. Mashur Hasan Bisri, M.AP., Dr. Indra Devian Lumban Gaol, M.AP., Deby Febriyan Eprilianto, S.Sos., M.PA., Neny Ayu Nourmanita, S.Sos., M.P.A., dan Lili Nur Indah Sari, S.Sos., M.Sc., program pendampingan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Artinya, pelaku UMKM tidak hanya menjadi pendengar, tetapi diposisikan sebagai subjek aktif yang langsung mempraktikkan materi.

Kegiatan yang bersinergi dengan inisiatif pemberdayaan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMAGARA) ini diisi dengan workshop terpadu. Para pengrajin dilatih langsung mengenai strategi pembuatan konten visual, teknik storytelling untuk menonjolkan kearifan lokal produk, hingga pemanfaatan fitur-fitur khusus pada WhatsApp Business dan Instagram.

Sebagai wujud nyata dan inovatif dari upaya digitalisasi ini, tim PKM bersama mahasiswa secara resmi meluncurkan dan mengintegrasikan website marketplace terpadu bernama Sobat Gulun (sobatgulun.my.id). Platform ini dirancang khusus sebagai etalase online dan pusat pemasaran produk genteng tradisional Desa Gulun. Dengan hadirnya infrastruktur website marketplace ini, produk genteng lokal memiliki daya saing yang lebih profesional dan mempermudah konsumen dari berbagai daerah untuk melakukan transaksi.

Inisiatif transformasi digital dari akademisi UNESA ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Gulun, Sudiyanto, S.Pd., menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

“Mahasiswa dan dosen juga telah membantu membuatkan website pemasaran secara online. Nantinya, operasional website ini akan kami serahkan sepenuhnya kuntuk dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa dan para dosen dari UNESA Kampus 5. Mudah-mudahan inovasi dan bantuan yang Anda persembahkan membawa berkah dari Allah SWT dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. Tugas kami di pemerintah desa pada dasarnya hanyalah melayani masyarakat. Sekali lagi, terima kasih banyak.” ungkap Sudiyanto.

Rangkaian program yang berlangsung berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada target jangka pendek. Ke depannya, sinergi antara akademisi, aparatur desa, dan pengrajin ditargetkan mampu menciptakan ekosistem digital UMKM yang adaptif, sekaligus mengukuhkan posisi Desa Gulun sebagai sentra genteng berkualitas yang berdaya saing di pasar nasional.[yes/red]
Lebih baru Lebih lama