BMKG Ungkap 5 Daerah Terpanas di Jawa Timur, Salah Satunya Magetan

Foto : Ilustrasi Suasana Panas di Magetan

magetanviral.com, MAGETAN - Suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur melonjak hingga mencapai 37 derajat Celsius. Lonjakan suhu ekstrem ini dipicu oleh pengaruh fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mencatat, suhu tertinggi di wilayah Jawa Timur saat ini berada di Kabupaten Kediri, yakni menyentuh 37,5 derajat Celsius.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa berdasarkan data jaringan stasiun BMKG se-Jawa Timur, terdapat lima daerah utama yang mencatatkan suhu udara terpanas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain Kediri, empat daerah lain yang mengalami suhu tinggi mencapai sekitar 37 derajat Celsius adalah Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, dan Magetan.

“Dari catatan BMKG se-Jawa Timur, saat ini suhu paling tinggi berada di beberapa tempat. Berdasarkan alat ukur kami di Kediri, suhunya tercatat 37,5 derajat Celsius. Begitu pula di Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, hingga Magetan yang berkisar di angka 37 derajat Celsius,” ujar Taufiq saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (19/10/2026).

Sementara itu, untuk Kota Surabaya, Taufiq menyebutkan bahwa suhu udara di Kota Pahlawan tersebut berada pada kisaran 35,6 hingga 36,8 derajat Celsius.

Taufiq menjelaskan lebih jauh bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih akan membayangi wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, hingga Januari atau Februari 2027. Saat ini, indeks El Nino dilaporkan berada di atas angka 2,5 yang masuk dalam kategori sangat kuat.

Kondisi atmosferik ini berdampak langsung pada cuaca sehari-hari. Selain terik matahari yang menyengat di luar ruangan, masyarakat juga merasakan hawa gerah meski sedang beraktivitas di dalam ruangan.

Tak hanya lonjakan suhu, El Nino yang membawa kondisi lebih kering ini turut meningkatkan potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Panas terik ini membawa efek tidak langsung terhadap maraknya karhutla di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Timur. Ini merupakan efek langsung dari gangguan fenomena El Nino yang tengah kita rasakan bersama,” tegasnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Paparan suhu tinggi berkepanjangan berisiko memicu dehidrasi hingga gangguan kesehatan akibat panas (heat-related illness), khususnya bagi kelompok rentan.

Masyarakat disarankan untuk:
  1. Menjaga asupan cairan tubuh secara berkala agar terhindar dari dehidrasi.
  2. Membatasi aktivitas fisik berat di bawah terik matahari langsung jika tidak mendesak.
  3. Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau tabir surya (sunscreen) saat berada di luar ruangan.
  4. Mencegah potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area vegetasi kering.
Lebih baru Lebih lama