Sepuluh Hari Nihil, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Diperpanjang


Tim SAR, Relawan, BPBD, TNI POLRI bersiap melakukan pencarian Yasid 

KARANGANYAR - Misteri hilangnya Yasid Ahmad Firdaus (26) di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, belum juga terpecahkan. Memasuki hari ke-10 pencarian pada Rabu (28/1/2026), tim SAR gabungan memutuskan untuk kembali memperpanjang operasi pencarian hingga tiga hari ke depan.

Yasid, warga Colomadu, Karanganyar, sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat perjalanan turun dari puncak Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026. Meski ratusan personel telah dikerahkan, keberadaan pemuda tersebut masih nihil.

Keputusan Bersama Keluarga

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menegaskan bahwa perpanjangan masa pencarian ini merupakan hasil kesepakatan antara tim ahli dan pihak keluarga korban.

"Hari kesepuluh ini sebenarnya adalah batas akhir perpanjangan pertama. Namun, berdasarkan hasil koordinasi antara BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan keluarga, kami memutuskan menambah waktu pencarian tiga hari lagi, mulai besok pagi," ungkap Hendro.

Dengan keputusan ini, operasi pencarian secara resmi akan berlanjut hingga Sabtu, 31 Januari 2026.

Kendala Cuaca dan Fokus di Pos 3


Pos 3 Tapak Nogo - Bukit Mongkrang 

Medan Bukit Mongkrang yang ekstrem menjadi tantangan utama bagi para penyisir. Cuaca yang tidak menentu, kabut tebal yang turun tiba-tiba, serta angin kencang di ketinggian menghambat visibilitas tim di lapangan. Selain itu, vegetasi yang sangat lebat di luar jalur pendakian utama membuat ruang gerak tim terbatas.

Fokus pencarian kali ini akan dipersempit ke area sekitar Pos 3. Keputusan ini diambil setelah tim relawan mencium aroma menyengat di sekitar lokasi tersebut sejak Minggu (25/1/2026).

"Kendala utama kami adalah cuaca ekstrem dan vegetasi lebat. Untuk tahap selanjutnya, tim akan fokus melakukan penyisiran mendalam di seputaran Pos 3, karena ada laporan bau menyengat di sana yang perlu kami pastikan sumbernya," pungkas Hendro.(yep/red)

Lebih baru Lebih lama