10 Titik Longsor Terjang Poncol Magetan. 7 Rumah Warga Terdampak

Petugas BPBD Magetan di lokasi longsoran di Desa Plangkrongan / Foto : BPBD Magetan


magetanviral.com, MAGETAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Poncol, Senin (09/03/2026). Sedikitnya ada 10 titik longsor yang tersebar di Desa Plangkrongan dan Desa Genilangit.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama lebih dari tiga jam.

"Longsor terjadi di sembilan titik di Desa Plangkrongan dan satu titik di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Kejadian dipicu hujan yang berlangsung lebih dari tiga jam," kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo dalam laporan resminya, Selasa (10/3/2026).

Eka memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, dampak kerusakan material cukup masif, terutama pada rumah warga dan akses jalan desa.

Data BPBD mencatat ada tujuh rumah warga yang terdampak langsung. Pemilik rumah tersebut antara lain Juri (40), Parlan (40), Sabar (70), Surat (58), Sujono (72), Tukimen (46), Indri (30), dan Sukatno (50).

Salah satu kerusakan terparah menimpa rumah milik Juri. Pondasi dapur rumahnya longsor dengan dimensi panjang sekitar 15 meter dan tinggi 30 meter. Tak hanya itu, longsoran tebing juga merusak fasilitas warga lainnya seperti kamar mandi hingga kandang ternak.

Selain permukiman, material longsor juga menutup akses transportasi. Tebing setinggi lima meter dengan panjang 10 meter ambrol dan menimpa sekitar 30 persen badan jalan desa. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat sempat terganggu.

Di Desa Genilangit, sebuah talud jalan usaha tani dengan tinggi 3,5 meter dan panjang 20 meter juga dilaporkan longsor.

BPBD Magetan yang menerima laporan dari Polsek Plaosan langsung menerjunkan tim Pusdalops PB dan TRC ke lokasi pada pukul 20.45 WIB untuk melakukan asesmen.

"Sekitar pukul 21.30 WIB dilakukan pemasangan terpal sebagai upaya mitigasi jika terjadi longsor susulan," jelas Eka. 

Pagi ini, Selasa (10/03/2026), petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah desa bersama masyarakat dijadwalkan melakukan kerja bakti mandiri untuk membersihkan sisa-sisa material longsor agar aktivitas warga kembali normal.

BPBD pun mewanti-wanti warga yang tinggal di daerah rawan untuk tetap waspada. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi longsor seperti retakan tanah, pohon miring, hingga munculnya air keruh dari celah tanah.(yep/mv)

Lebih baru Lebih lama