Temuan itu terjadi di Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, pada Jumat (06/03/2026).
Pisang yang masih mentah tersebut baru diketahui saat paket makanan dibuka untuk menu berbuka puasa.
Informasi itu sempat viral di sejumlah grup WhatsApp warga. Beberapa wali murid mengaku mengetahui kondisi buah yang belum layak konsumsi tersebut. Namun sebagian memilih tidak mempermasalahkannya secara terbuka karena khawatir menimbulkan persoalan dengan pihak terkait.
Dilansir dari media Suarakumandang, pisang mentah tidak hanya ditemukan di SDN 1 Selorejo. Kondisi serupa disebut juga terjadi di beberapa sekolah lain di wilayah Kecamatan Kawedanan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asa Binar Jingga - Genengan, Kabupaten Magetan, Tri Hantanto membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut kemungkinan ada beberapa buah yang belum matang saat didistribusikan.
“Memang kemungkinan ada beberapa buah belum matang. Ini akan menjadi evaluasi kami agar ke depan pendistribusian makanan, khususnya buah, bisa dipastikan sudah layak konsumsi,” ujar Tri, Senin (09/03/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan wali murid. Ke depan, pihaknya berjanji akan lebih teliti dalam proses pengadaan hingga distribusi makanan.
Kasus ini kembali menyorot pelaksanaan MBG yang merupakan program nasional pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah. Karena menyangkut konsumsi siswa, kualitas bahan makanan dan pengawasan distribusi dinilai tidak boleh diabaikan.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, agar program yang digadang-gadang mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas benar-benar berjalan sesuai tujuan.(yep/mv)
