![]() |
| Foto : Ilustrasi |
magetanviral.com, MAGETAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Dari sekitar 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi, enam di antaranya resmi disuspensi karena dinilai belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Disadur dari suarakumandang.com, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima sejumlah laporan terkait kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.
Enam SPPG yang disuspensi yakni SPPG Magetan Bendo – Bendo, SPPG Magetan – Candirejo, SPPG Magetan Kartoharjo – Gunungan, SPPG Magetan – Candirejo 2, SPPG Magetan Karangrejo – Grabahan, serta SPPG Magetan Lembeyan – Lembeyan Wetan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari evaluasi agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai standar.
“Dari sekitar 60 SPPG yang berjalan, per hari ini sudah ada enam SPPG di Magetan yang disuspensi,” ujar Welly saat dikonfirmasi, Rabu, (11/03/2026).
Selain persoalan kualitas menu makanan, sejumlah SPPG juga diketahui belum memenuhi syarat SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Sertifikat tersebut merupakan standar kebersihan dan sanitasi yang wajib dimiliki oleh penyedia layanan makanan.
Welly menjelaskan, berbagai temuan tersebut berasal dari laporan masyarakat yang beredar di media massa maupun berbagai platform digital. Informasi itu kemudian dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah daerah.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Magetan akan menggelar pertemuan khusus pada Jumat mendatang. Pertemuan itu akan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari mitra penyedia makanan, yayasan pengelola, hingga koordinator SPPG.
“Jumat nanti kita kumpulkan semuanya, termasuk pihak kemitraan, yayasan, dan koordinator SPPG. Tujuannya untuk evaluasi sekaligus menyamakan komitmen,” tegasnya.
Evaluasi dilakukan setelah masih ditemukan sejumlah menu MBG yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, baik dari sisi kualitas bahan makanan maupun kondisi makanan yang diterima siswa.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan serta pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta mematuhi standar pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Melalui evaluasi tersebut, Pemkab Magetan berharap seluruh penyedia layanan dapat melakukan pembenahan agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar kelayakan.
“Setelah rapat nanti akan ada langkah perbaikan. Harapannya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Welly.
Di tengah meningkatnya perhatian publik, evaluasi terhadap SPPG dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni menyediakan makanan yang sehat, layak, dan bergizi bagi para pelajar di Kabupaten Magetan. (yep/red)
Tags
Magetan
