Kepala SPPG Panekan Yayasan Mardi Sastra Mancanegoro, Umi, membenarkan adanya temuan buah jambu tersebut dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Iya, memang ada beberapa buah jambu kristal dalam paket MBG yang rusak,” ungkap Umi saat ditemui di lokasi.
Meski demikian, Umi menjelaskan bahwa kondisi buah tersebut tidak seluruhnya busuk.
“Tidak sepenuhnya rusak atau busuk, sebagian masih bisa dikonsumsi,” tambahnya.
Mengetahui adanya temuan tersebut, pihak SPPG langsung mendatangi sekolah-sekolah yang menjadi lokasi distribusi makanan. Langkah itu dilakukan untuk melakukan pengecekan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan wali murid.
“Kemarin setelah muncul postingan itu, keesokan harinya kami langsung mendatangi sekolah-sekolah untuk memeriksa dan menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid dan guru,” jelas Umi.
Umi juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mohon maaf jika menu MBG kemarin ada yang tidak layak konsumsi. Kami berjanji akan melakukan evaluasi baik kualitas, kuantitas, unsur gizi dan memperketat proses quality control,” pungkas Umi.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPPG. Ke depan, pengawasan kualitas akan diperketat, khususnya dalam proses quality control menu MBG sebelum didistribusikan kepada siswa.
Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan mengenai kualitas makanan yang diterima siswa.
Keluhan tersebut mencuat setelah akun Facebook bernama Sri Lestari mengunggah temuan buah jambu yang diduga sudah busuk dalam paket makanan MBG yang diterima siswa.
Dalam unggahan di media sosial pada Selasa (10/3/2026), Sri Lestari menyampaikan keluhan agar petugas lebih teliti dalam menyiapkan makanan bagi anak-anak.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menarik perhatian warganet.
Beragam tanggapan pun muncul. Sebagian warganet mempertanyakan kualitas pengawasan makanan dalam program MBG, sementara yang lain meminta adanya evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Program MBG merupakan program penyediaan makanan bergizi bagi pelajar yang didistribusikan melalui dapur pelayanan gizi atau SPPG. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi sekaligus mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.(yep/mv)
