Menu Pentol Berlendir dan Berbau, SPPG Tambakmas Magetan Janji Evaluasi Total


magetanviral.com, MAGETAN - Kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menuai protes. Sejumlah wali murid di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Bergizi (SPPG) Tambakmas, Kecamatan Sukomoro, melaporkan temuan menu makanan yang tidak layak konsumsi pada Jumat (13/3/2026).

Keluhan tersebut berfokus pada menu pentol (bakso) yang ditemukan dalam kondisi berlendir, lembek, dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Temuan ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa mengenai risiko keracunan makanan yang dapat menimpa anak-anak.

Seorang wali murid salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Sukomoro yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan menu MBG hari ini pentolnya busuk.

"Kiriman MBG hari ini beberapa pentolnya yang busuk." ungkapnya dengan nada kecewa.

Kondisi serupa dialami siswa di beberapa Sekolah Dasar (SD) wilayah Sukomoro. Berdasarkan pantauan, keresahan ini ramai dibicarakan di grup WhatsApp kelas. Para wali murid mendesak guru agar segera melaporkan kualitas makanan yang buruk kepada pihak pengelola.

Merespons laporan tersebut, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Tambakmas mengonfirmasi adanya kendala teknis dalam distribusi hari ini. Setelah menerima aduan, pihak SPPG langsung melakukan pengecekan sampel ke sejumlah sekolah.

"Kami sudah menerima laporan terkait pentol yang berbau dan berlendir. Namun, berdasarkan pengecekan sampel di lapangan, kerusakan tidak terjadi pada seluruh paket yang dikirim," ujar Aslap saat dikonfirmasi media pada Jumat siang.

Pihak SPPG menduga penurunan kualitas makanan terjadi akibat kesalahan pada proses pengemasan (packing). Pentol diduga dikemas saat suhu masih panas, sehingga memicu penguapan berlebih (kondensasi) di dalam kemasan. Faktor beban tumpukan antar-box makanan memperburuk kondisi tersebut hingga menyebabkan tekstur makanan menjadi rusak.

Atas kejadian tersebut, pihak SPPG Tambakmas menyampaikan permohonan maaf kepada guru serta wali murid. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak pengelola sempat menawarkan penggantian menu untuk hari berikutnya.

Meski demikian, wali murid lebih menekankan pentingnya perbaikan sistem daripada sekadar penggantian makanan. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menanggapi desakan tersebut, SPPG Tambakmas berkomitmen untuk memperketat pengawasan di seluruh rantai produksi, mulai dari dapur hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan pangan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG di Magetan.(yep/mv)

Lebih baru Lebih lama