![]() |
| Situasi di Jembatan Ngujur |
Dugaan aksi nekat ini pertama kali mencuat setelah warga menemukan satu unit sepeda motor Yamaha MX King bernomor polisi AE 3721 OW berwarna biru terparkir tak berpemilik di pinggir jembatan. Selain kendaraan, petugas juga menemukan sepasang sandal yang diduga kuat milik korban di titik yang sama.
Kevin Favian Surya Pratama (20), rekan korban, menuturkan bahwa pihak keluarga mulai panik sejak pagi hari. Orang tua korban menghubungi Kevin setelah mendapat kabar mengenai keberadaan motor anaknya yang terlantar di atas jembatan.
“Saya tahu tadi pagi ditelepon orang tuanya. Diberitahu kalau motor korban ditemukan di sini. Dugaan sementara, dia menceburkan diri ke sungai,” ungkap Kevin saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat pergi, korban tidak membawa telepon genggam (handphone) dan tidak berpamitan kepada anggota keluarga di rumah.
Mengenai motif di balik kejadian ini, Kevin mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah rekannya tersebut memiliki masalah pribadi. Namun, ia sempat mendengar dari orang tua korban bahwa pelajar yang seharusnya lulus tahun ini tersebut sedang menghadapi suatu tanggung jawab.
“Terkait masalahnya apa, saya kurang tahu pasti. Tapi informasi dari orang tuanya, memang ada tanggung jawab yang sedang dihadapi korban,” tambahnya.
Ahmad, salah seorang saksi di sekitar lokasi, mengaku sempat melihat situasi mencurigakan di area jembatan sebelum kejadian dilaporkan. Meski begitu, ia tidak bisa memastikan apakah korban saat itu berada sendirian atau bersama orang lain.
“Motornya tadi sempat diamankan di warung sate dekat lokasi agar tidak mengganggu jalan,” ujar Ahmad.
Saat ini, sepeda motor milik korban telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, relawan, dan warga sekitar masih menyisir aliran sungai Bengawan Madiun guna mencari keberadaan korban.
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang melintas atau berada di sekitar aliran sungai untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban demi mempercepat proses evakuasi.[yep/red]
