![]() |
| Petugas BPBD Kab. Magetan & Madiun, BASARNAS Pos SAR Trenggalek, TNI dan POLRI, Relawan (SAR MTA, RAPI, Senkom, LPBI NU, dan berbagai unsur lainnya saat Mengevakuasi Korban |
Kejadian bermula ketika korban bernama Davin Andriano Mustaqin (18), seorang siswa kelas XII SMK 1 Bendo, dilaporkan meninggalkan rumahnya di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, sejak Selasa malam (21/04/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kecurigaan muncul setelah ditemukan sepeda motor beserta STNK dan sepasang sandal milik korban tertinggal di atas Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng, Kecamatan Nguntoronadi. Pihak keluarga yang tiba di lokasi mengonfirmasi bahwa barang-barang tersebut memang milik Davin, namun keberadaan pemuda tersebut saat itu tidak diketahui.
Laporan resmi masuk ke Call Center BPBD Magetan pada Rabu (22/04/2026). Upaya pencarian awal sempat terkendala oleh kondisi cuaca hujan dan peningkatan debit air Sungai Bengawan Madiun setinggi 50 cm pada Rabu malam.
Memasuki hari Kamis (23/04/2026), operasi pencarian (Open SAR) resmi dibuka oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan. Sebanyak 86 personil gabungan dikerahkan, yang terdiri dari BPBD Kab. Magetan & Madiun, BASARNAS Pos SAR Trenggalek, TNI dan POLRI, Relawan (SAR MTA, RAPI, Senkom, LPBI NU, dan berbagai unsur lainnya.
Tim dibagi menjadi 6 kelompok, 4 tim air menggunakan perahu LCR dan 2 tim darat untuk menyisir aliran sungai hingga radius kilometer dari titik awal.
Setelah melakukan teknik manuver ombak di bawah jembatan dan penyisiran hulu-hilir, kerja keras tim gabungan membuahkan hasil pada sore hari.
Pukul 15.10 WIB:Korban berhasil ditemukan dalam kondisi Meninggal Dunia. Jasad korban ditemukan berjarak kurang lebih ±450 meter dari lokasi awal kejadian (TKP).
Petugas segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Jembatan Ngujur secara resmi dinyatakan ditutup.
BPBD Kabupaten Magetan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai.
Bagi warga yang menemui kejadian serupa atau bencana lainnya, diharapkan segera menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Magetan di nomor 0813 3643 0086.[yep/red]
