Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Suwito, A.P., M.Si., hadir mewakili Bupati Magetan bersama jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Suwito menyampaikan pesan Bupati Magetan yang mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh anggota GASTAN dalam menyelenggarakan peringatan satu dekade organisasi seniman tersebut.
“Bupati mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Hari Ulang Tahun ke-10 GASTAN. Harapannya, GASTAN semakin berkembang, semakin maju, dan semakin jaya,” ujar Suwito.
Menurutnya, Bupati juga berpesan agar para seniman terus menjaga silaturahmi, guyub rukun, serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Peringatan HUT ke-10 GASTAN berlangsung meriah. Sejumlah penampilan seni budaya lokal seperti tari gambyong dan campursari berhasil menarik perhatian masyarakat yang hadir.
Ketua GASTAN, Mukti Moriz, mengatakan peringatan satu dekade organisasi tersebut memiliki makna tersendiri bagi para pelaku seni di Magetan. Ia menjelaskan filosofi angka 10 yang diusung dalam perayaan tahun ini.
“Filosofi angka satu adalah ngrembagaken budaya atau mengembangkan budaya, sedangkan angka nol bermakna tanpa tendensi sebagai simbol solidaritas dalam melestarikan kebudayaan Kabupaten Magetan,” katanya.
Perayaan anniversary ke-10 GASTAN digelar selama dua hari, 9-10 Juli 2026. Beragam kegiatan diselenggarakan, mulai dari temu seniman, pentas reog dan jaranan, kirab tumpeng, pertunjukan orkes musik dan campursari, hingga kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa.
Pemkab Magetan menilai keberadaan GASTAN menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya lokal. Dukungan pemerintah terhadap kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi seni tradisi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.[yes/red]
