Binrohtal Polres Magetan Diisi Tausiyah, Doa Bersama, dan Santunan Yatim


magetanviral.com, MAGETAN - Di bawah langit Jumat pagi yang tenang, suasana di lingkungan Polres Magetan terasa berbeda. Puluhan personel duduk bersimpuh dalam barisan salat Dhuha berjamaah, bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan mengais ketenangan jiwa di tengah kerasnya tugas kepolisian.

Kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) kali ini bukan sekadar agenda rutin. Ada dua momentum penting yang menyertainya: doa bagi anggota yang akan menunaikan ibadah umrah, dan doa mengenang setahun kepergian Kombes Pol. Raden Bobby Aria Prakasa, S.I.K., M.M., kakak kandung Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Magetan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Magetan beserta pengurus, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, personel dan ASN Polres Magetan, serta perwakilan Bhayangkari. Kebersamaan itu menjadi pemandangan yang jarang terlihat dalam keseharian tugas kepolisian yang serba cepat dan penuh tekanan.

Ustaz Marsono, M.Pd.I., yang memimpin tausiyah dan doa bersama, mengajak seluruh peserta merenung sejenak. Ia menegaskan bahwa ketakwaan dan ilmu adalah bekal terbaik dalam mengarungi kehidupan.

"Berbekallah kamu dengan yang terbaik, dan bekal yang terbaik adalah takwa dan ilmu. Ketakwaan merupakan sikap menjaga diri dari dosa dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya," pesannya dengan lembut namun tegas.

Ia mengingatkan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW tidak cukup diucapkan, melainkan harus dibuktikan melalui keteladanan, amal saleh, serta komitmen menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Menurut Ustaz Marsono, ketakwaan bukanlah ritual yang berhenti di atas sajadah. Ia harus mengalir dalam darah, tercermin dalam perilaku, dan terasa dalam interaksi sosial sehari-hari. Ketakwaan mencakup konsistensi dalam amal saleh, meninggalkan perbuatan maksiat, rasa takut kepada Allah yang dilandasi ilmu dan cinta, serta menjaga keseimbangan antara hablum minallah dan hablum minannas.

"Menjaga hubungan baik dengan Allah melalui ibadah harus berjalan seimbang dengan menjaga akhlak kepada sesama manusia dan lingkungan. Inilah yang menjadi bagian penting dari ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Di tengah suasana khusyuk, seluruh peserta diajak meluangkan waktu untuk mendoakan almarhum Kombes Pol. Raden Bobby Aria Prakasa, S.I.K., M.M., yang telah genap satu tahun meninggalkan dunia fana. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan ampunan atas segala dosa, diterima seluruh amal ibadahnya, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Bagi Kapolres Magetan, momen ini tentu sarat makna. Doa itu bukan sekadar penghormatan, melainkan juga bentuk cinta seorang adik kepada kakak yang telah mendahuluinya.

Doa juga dipanjatkan bagi anggota Polres Magetan yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah. Seluruh peserta memohon agar perjalanan mereka diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan selama berada di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air, serta memperoleh predikat umrah yang mabrur dan mabruroh.

AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa Binrohtal bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia adalah pondasi bagi anggota untuk terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak.

"Binrohtal ini menjadi pondasi bagi anggota untuk terus meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak. Tugas sebagai anggota Polri bukan hanya membutuhkan kemampuan dan profesionalisme, tetapi juga integritas serta hati yang bersih agar setiap tugas dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa doa bersama menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian keluarga besar Polres Magetan, termasuk memberikan dukungan moril kepada anggota yang akan melaksanakan ibadah umrah serta mengenang dan mendoakan almarhum.

"Saya berharap doa bersama ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjalanan kehidupan harus senantiasa disertai doa dan keikhlasan. Kepada rekan-rekan yang akan berangkat umrah, semoga diberikan kesehatan, kelancaran dan keselamatan, serta dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dengan membawa keberkahan," ungkapnya.

Kapolres menambahkan, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh melalui Binrohtal diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas kepolisian.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian santunan sosial kepada anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Muhammadiyah Magetan. Sebuah penutup yang sederhana, namun menyentuh mengingatkan bahwa di balik seragam dan pangkat, anggota Polri tetaplah manusia yang memiliki hati dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan Binrohtal, doa bersama dan santunan sosial ini, Polres Magetan berharap terbangun personel yang semakin religius, berakhlak, humanis, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Magetan juga merawat jiwa dan hati para personelnya. Sebab, kekuatan sejati bukan hanya lahir dari disiplin dan latihan, tetapi juga dari ketenangan batin dan kedekatan kepada Sang Pencipta.[yes/red]
Lebih baru Lebih lama