magetanviral.com, MADIUN - Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 Magetan menggelar workshop bertajuk “Penguatan Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui Pelatihan Etnopedagogi Holistik” di Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (30/7/2026).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut diikuti puluhan pengelola dan guru PAUD se-Kecamatan Madiun. Acara diawali oleh sambutan Ketua Tim PKM. Selanjutnya sambutan dari Sekretaris Desa Dempelan, Indro Ari Nuryudho, kemudian dari Penilik HIMPAUDI Kecamatan Madiun Joko Supeno, S.Sos., dan Ketua HIMPAUDI Kecamatan Madiun Eny Ratnawati, S.Pd.AUD.
Koordinator Prodi S1 PG PAUD UNESA Kampus 5 Magetan, Dr. Hj. Nurul Khotimah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidik PAUD.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar yang bermakna bagi anak usia dini,” ujarnya.
Penyampaian materi pertama mengenai "Teori Etnopedagogi Holistik" yang dibawakan langsung oleh Ibu Dr. Hj. Nurul Khotimah, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas pengertian mendasar serta urgensi integrasi nilai-nilai budaya lokal (kearifan lokal) ke dalam pengembangan karakter dan potensi anak usia dini secara menyeluruh (holistik).
Materi berikutnya disampaikan dosen S1 PG PAUD UNESA Kampus 5 Magetan, Budi Rachman, M.Pd., yang mengulas implementasi etnopedagogi holistik dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.
Ia memaparkan berbagai strategi dan contoh konkret penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal yang dapat diadaptasi oleh guru sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
“Guru sebenarnya memiliki banyak sumber belajar di sekitar. Permainan tradisional, cerita rakyat, hingga tradisi masyarakat setempat dapat menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus bermakna bagi anak,” ungkap Budi.
Pemaparan kedua narasumber mendapat respons positif dari peserta. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai tantangan penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Selain workshop, kegiatan PKM tersebut juga dirangkaikan dengan Uji Publik Kurikulum Program Studi S1 PG PAUD UNESA. Dalam agenda itu, tim akademisi memaparkan struktur dan arah pengembangan kurikulum yang saat ini diterapkan kepada para praktisi pendidikan yang hadir.
Melalui uji publik tersebut, UNESA berharap memperoleh masukan langsung dari para pengelola dan guru PAUD agar kurikulum yang dikembangkan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan pendidikan masa depan.
Selain workshop, kegiatan juga dirangkai dengan Uji Publik Kurikulum S1 PG PAUD UNESA. Melalui agenda tersebut, tim akademisi menghimpun masukan dari para praktisi pendidikan agar kurikulum yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi mengenai penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal di lembaga PAUD masing-masing. [yes/red]


