Peristiwa yang terjadi di teras rumah tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. Kobaran api yang cepat membesar bahkan sempat menyambar sebagian bangunan teras sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Pemilik kendaraan, Misiran, menuturkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat ia hendak memanaskan mobil yang terparkir di teras rumahnya. Namun, tak lama setelah mesin hidup, ia mendengar suara tidak wajar dari balik kap mesin.
"Awalnya mobil distarter, dinyalakan. Begitu sudah menyala, tiba-tiba muncul ledakan kecil dan langsung mengeluarkan api," ungkap Misiran kepada wartawan di lokasi kejadian.
Melihat api mulai menjalar, Misiran dibantu pihak keluarga dan tetangga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya agar tidak merembet ke bangunan utama rumah.
Laporan diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 08.11 WIB. Menanggapi situasi tersebut, Tim Damkar Kabupaten Magetan langsung menerjunkan personel beserta armada lengkap.
"Kami mengerahkan dua unit mobil pemadam, satu unit rescue, serta satu unit tangki suplai air ke lokasi," ujar petugas Damkar Magetan, Dovi Saputra.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.26 WIB. Meski warga telah melakukan upaya pemadaman awal, petugas tetap melakukan prosedur pemadaman lanjutan untuk memastikan situasi benar-benar aman.
"Saat tim tiba, api sebenarnya sudah mulai mengecil berkat bantuan warga. Kami langsung melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di area kendaraan maupun teras rumah," tambah Dovi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran pada tangki atau saluran bahan bakar. Percikan api yang muncul saat proses starter mesin diduga menyambar rembesan bensin tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Api berhasil dicegah sebelum merusak bangunan utama rumah. Namun, kerugian materiil yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai Rp33 juta, mencakup kerusakan total pada mobil dan sebagian struktur teras.(yep/mv)
