Sukses Hemat Energi, Disnakkan Magetan Pakai PLTS Rooftop: Pangkas Tagihan Listrik 50 Persen

Penampakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Diatas Gedung Kantor Disnakkan Magetan

(magetanviral.com, MAGETAN - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan melakukan langkah progresif dalam menekan biaya operasional kantor. Memanfaatkan energi baru terbarukan, Disnakkan Magetan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop yang terbukti ampuh memangkas tagihan listrik hingga separuh harga.

Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, mengungkapkan bahwa penggunaan panel surya ini merupakan solusi konkret di tengah tren kenaikan kebutuhan listrik. Sistem yang digunakan adalah skema on-grid, di mana aliran listrik dari panel surya terhubung langsung dengan jaringan PLN melalui mekanisme ekspor-impor.

“Semua listrik dari PLTS masuk ke jaringan PLN, lalu kita pakai sesuai kebutuhan. Jadi ada perhitungan antara yang masuk dan yang kita gunakan, itu yang membuat tagihan listrik kita berkurang,” kata Nur Haryani, Selasa (21/4/2026).

Efek efisiensi ini pun sangat terasa pada pos anggaran rutin dinas. Nur memaparkan, sebelum menggunakan PLTS, tagihan listrik kantornya bisa menembus angka di atas Rp3 juta setiap bulannya. Namun, setelah panel surya beroperasi optimal, angka tersebut menyusut signifikan.

 “Dulu tagihan listrik bisa sampai Rp3.500.000, sekarang bisa turun jadi sekitar Rp1.500.000 sampai Rp2.000.000. Artinya penghematan bisa hampir 50 persen,” jelasnya.

Untuk diketahui, PLTS rooftop di kantor Disnakkan Magetan ini memiliki kapasitas inverter sekitar 25 kWp. Proyek ini mulai dibangun pada tahun 2020 dan resmi beroperasi penuh untuk menunjang kebutuhan operasional kantor sejak 11 Oktober 2020 setelah melalui proses commissioning.

Baca Juga : Wacana ASN WFH dan WFA, Pemkab Magetan Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu

Meski menawarkan keuntungan besar, Nur mengakui pemanfaatan energi surya bukan tanpa tantangan. Perawatan berkala menjadi kunci utama agar performa alat tetap prima. Ia menceritakan, pada tahun 2024 lalu, pihaknya sempat mengalami kendala teknis.

“Waktu itu kabel dari panel ke *inverter* sempat terbakar karena beban tidak seimbang. Tapi sudah segera ditangani dan sekarang kembali normal,” ungkapnya.

Selain teknis kelistrikan, kebersihan fisik panel juga menjadi perhatian rutin. “Panel harus rutin dibersihkan dari debu. Kalau kotor, penyerapan sinar matahari tidak maksimal,” tambahnya.

 Program PLTS ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mendorong efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Selain kantor Disnakkan, beberapa titik di Magetan juga mulai mengadopsi teknologi serupa sebagai langkah pelestarian lingkungan.

“Selain hemat biaya, ini juga bagian dari upaya kita menjaga lingkungan. Harapannya ke depan semakin banyak instansi maupun masyarakat yang memanfaatkan energi terbarukan seperti ini,” pungkas Nur. [yep/red]

Lebih baru Lebih lama