Petugas Damkar Magetan menerima laporan warga melalui sambungan telepon pukul 07.37 WIB. Dua unit armada pemadam langsung diterjunkan dan tiba di lokasi dalam waktu 12 menit untuk menjinakkan api yang sudah membesar.
Kasi Pemadaman Damkar Magetan, Sofyan Dwi Erwanto, menjelaskan bahwa saat petugas tiba, kondisi api sudah mengepung seluruh bagian kandang. Upaya penyelamatan ternak sulit dilakukan karena api merembet dengan sangat cepat.
"Fokus awal petugas adalah melakukan pembasahan di area sekitar agar api tidak menjalar ke pemukiman. Setelah itu, baru dilakukan pemadaman total. Sayangnya, tujuh ekor kambing di dalam kandang tidak sempat diselamatkan dan ditemukan mati terpanggang," ujar Sofyan.
Berdasarkan investigasi di lapangan, sumber api berasal dari *diang* atau perapian pengusir nyamuk yang menyambar tumpukan pakan kering atau material kayu kandang. Kurangnya pengawasan terhadap perapian tersebut mengakibatkan api lepas kendali.
Meski tidak ada korban jiwa dari pihak manusia, kerugian materiil akibat kejadian ini mencapai Rp25 juta, mengingat harga ternak dan kerusakan bangunan yang cukup parah.
"Kami kembali mengingatkan warga, khususnya peternak, agar sangat berhati-hati saat menyalakan perapian atau diang. Pastikan jaraknya aman dari material mudah terbakar dan jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan," tutup Sofyan.[yep/red]
